Langsung ke konten utama

7 Cara Ampuh Meningkatkan 200% Pendapatan Iklan Pada Blog

cara meningkatkan iklan pada blog


Masalah Utama Para Blogger Indonesia Dalam Mengaplikasikan Iklan

Jujur saja, blogger saat ini masih jarang yang memandang penting user-experience untuk meningkatkan iklan.

Tidak jarang dari pengguna internet yang lebih memilih untuk menginstall ad-blocker demi kenyamanan mereka untuk berselancar di internet.

Alhasil, pendapatan para publisher dan pembuat content turun drastis.

Ada sekitar 69% penginstall adblocker yang menginstall aplikasi adblocker karena terganggu dengan iklan.

Alasan mereka menginstall adblocker karena:
  1. Privasi mereka terganggu.
  2. Memang tidak ingin melihat iklan.
  3. Tidak sadar sudah menginstall adblocker (seperti install otomatis yang terjadi pada iklan-iklan aplikasi uc browser).
  4. Karena Iklan Sangat Mengganggu.
persentase pengguna adblock


Maka dari itu, sepertinya akar masalah dari penurunan pendapatan iklan para publisher salah satunya karena mereka sendiri yang tidak memberikan pengalaman yang baik kepada user.

Dari data yang ada pula, 11% pengguna internet di seluruh dunia menggunakan adblock untuk mencekal iklan yang tayang pada suatu konten blog. sumber doubclickbygoogle

Lalu, iklan apa saja yang mengganggu pembaca Blog Anda?

Ada tiga jenis iklan yang sangat mengganggu pembaca anda pada umumnya, yaitu:

Iklan Yang Memotong Saat Artikel Sedang Dibaca

Iklan jenis apakah yang memotong konten di tengah konten?, seperti iklan jenis pop-up yang harus ditutup dalam waktu beberapa detik sebelum bisa ditutup, iklan jenis ini sangat banyak, terutama advertising yang masih di masa tumbuh.

Imbas dari iklan yang mengganggu di tengah-tengah pembacaan konten berakibat sangat fatal, nanti saya akan beritahukan akibatnya setelah mengulas 3 iklan yang mengganggu.

Iklan Yang Membuat Mood Turun

Iklan jenis ini juga sudah banyak berkembang, seperti iklan video yang diputar secara otomatis pada blog atau iklan yang tidak relevan bagi pengguna blog yaitu:

  1. iklan obat kuat.
  2. iklan game semi-dewasa.
  3. iklan yang tidak memiliki manfaat sedikit pun untuk tema blog anda.


Walaupun, perusahaan besar seperti Adsense, Wordads, Criteo, media.net dan berbagai macam advertising lainnya menyediakan konten iklan berdasarkan perilaku pengguna internet itu sendiri, lebih baik untuk menghapus jenis-jenis iklan yang mengganggu mood.

Iklan Yang Membuat Waktu Load Blog Lama

Beberapa advertising besar yang saya sebutkan di atas, menyediakan script jenis asynchronous, yang artinya iklan dimuat setelah konten utama anda dimuat.

Itu memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi pengguna, iklan yang menimbulkan waktu muat blog lebih lama menjadi salah satu penyebab para pembaca anda kabur.

Maka dari itu, setidaknya anda juga memilih template yang sangat enteng.

Anda bisa mencari di Google dengan kata kunci “template blog high CTR” karena biasanya loading dari template yang disediakan sangat lah cepat.

Lalu, apa akibat dari iklan yang mengganggu seperti di atas?

  • Membuat pembaca anda kabur.
  • Mereka tidak akan pernah kembali lagi mengunjungi situs anda.
  • Blog anda tidak akan di rekomendasikan mereka kepada teman-teman mereka.

Lalu Bagaimana Kita Dapat meningkatkan Penghasilan Blog Dari Iklan?

  1. Hilangkan Pengalaman Buruk Bagi Pembaca Blog Anda
  2. Mengetahui Perilaku Pembaca Anda
  3. Jujur Dalam Menyampaikan Konten Kepada Pembaca
  4. Menempatkan Iklan Di Tempat Favorit Pembaca
  5. Membuat Konten Yang Relevan Untuk Blog Anda (High Paying Keyword)
  6. Membuat Loading Blog Anda Lebh Cepat
  7. Memilih Iklan Jenis Native Ads

Hilangkan Pengalaman Buruk Bagi Pembaca Blog Anda

Menghilangkan pengalaman buruk dari pembaca adalah hal yang wajib untuk anda lakukan pertama kali.

Pengalaman buruk bisa berdampak tidak hanya pada penurunan pendapatan iklan, tapi juga jumlah kunjungan.

Anda dapat meningkatkan pengalaman pengunjung anda dengan:

Dengan memberikan pengalaman terbaik untuk pembaca blog anda, mereka tidak hanya tertarik untuk melihat iklan yang anda pasang, tetapi juga kembali mengunjung blog anda.

Mengetahui Perilaku Pembaca Anda

menggunakan analytic untuk menganalisis pembaca blog

Dalam Ilmu marketing, perilaku konsumen sangat lah diperhatikan, karena hal itu lah yang dapat mengarahkan pengunjung untuk meningkatkan nilai konversi.

Anda dapat melihat perilaku pengguna anda dengan tools gratis dari Google, yaitu Google Analytic
Di sana anda dapat melihat infografis tentang demografi usia, jenis kelamin, dan minat pengunjung anda.

Coba anda perhatikan dengan baik minat dari pengunjung anda pada halaman analytic, kemana biasanya mereka mencari informasi, Lebih suka browsing konten seperti apa, dan bagaimana juga mereka membaca konten anda.

Ketika anda melihat bounce rate pada blog anda sangat tinggi, seperti di kisaran 90%-100% sebenarnya mereka menilai konten anda kurang baik.

Mengapa dengan bounce rate kita tahu jika konten kita kurang baik? Karena itu lah indikator berapa lama pengunjung kita berada pada blog kita.

Istilahnya seperti ini, anda sebagai pengunjung blog saya, berkunjung sebentar, tidak ada 10 detik lalu anda langsung pergi.

Saya yakin anda langsung pergi karena konten yang saya buat tidak sesuai harapan anda atau pengalaman yang saya sajikan tidak bisa memikat hati anda.

Itu lah mengapa anda tidak bisa mendapatkan pendapatan yang besar dari iklan.

Jujur Dalam Menyampaikan Konten Kepada Pembaca

Jujur menyampaikan konten kepada pembaca juga menjadi alasan mengapa anda tidak bisa mendapatkan pendapatan yang besar dari iklan.

Mengapa demikian?

Karena anda tidak dapat terkoneksi langsung dengan pembaca, artinya konten yang anda sampaikan tidak dapat menarik perasaan pengunjung.

Ketika pengunjung anda memiliki rasa simpati kepada blog anda, saya yakin mereka akan suka rela menekan iklan yang anda sajikan.

Mereka ingin memberikan kontribusi kepada blog anda, sebagai upaya timbal balik yang dapat mereka lakukan.

Tidak jujur dalam menyajikan konten bisa seperti:
  • Menulis artikel secara asal-asalan.
  • Mengcopy-paste artikel orang lain.
  • Tidak mengikutsertakan emosi dalam penulisan artikel.
  • Tidak memberikan tanggapan dengan cepat saat ada komentar.
  • Malas mengupdate artikel.
  • Menulis artikel yang bukan bidangnya.

Jadi, sebaiknya kurangi kegiatan-kegiatan di atas jika ingin pendapatan iklan anda besar.

Menempatkan Iklan Di Tempat Favorit Pembaca

Pada Era saat ini, meningkatkan CTR tidak dengan cara menempatkan iklan yang besar.

Saya dulu pernah membaca sebuah blog, bahwa unit iklan yang besar akan membuat penghasilan kita besar juga.

Padahal, sekarang ini banyak orang yang sudah tau kalo banner-banner yang pasang itu adalah iklan.

Mereka dengan susah payah akan menghindari menekan iklan yang anda sajikan, nah bagaimana kita mengatasi hal tersebut?

Kita bisa menaruh iklan di tempat favorit mereka.

Dimana kah tempat favorit pengunjung blog saat ini?



penempatan iklan yang efektif pada perangkat

Untuk iklan yang diakses perangkat mobile.

Iklan yang menempel di atas atau di bawah, jenis iklannya adalah iklan anchor ads, karena selain tidak terlalu mengganggu, iklan tersebut juga rawan untuk diklik, terutama untuk iklan yang menempel di atas.

Untuk iklan yang diakses perangkat dekstop

Iklan yang dapat diclose dengan mudah walaupun satu halaman penuh, atau biasa yang disebut “takeover ads”, jadi iklan seperti ini tidak membuat pengunjung anda kehilangan kontrol, tidak seperti iklan pop-up yang muncul setelah mengklik di sembarang tempat pada blog, dan apalagi pop-upnya berkali-kali.

Perbedaan yang sangat signifikan dari perilaku kedua perangkat didasari dari layar yang digunakan, layar smartphone yang kecil biasanya tidak membuat pengguna leluasa, sehingga perlu iklan yang benar-benar minim.

Selain itu, pengguna smartphone juga menuntut agar mereka mendapatkan konten dengan cepat, sehingga iklan seperti pop-up akan sangat mengganggu mereka.

Membuat Konten Yang Relevan Untuk Blog Anda (High Paying Keyword)

Selanjutnya, adalah membidik keyword yang juga relevan untuk blog anda, selain anda menulis secara jujur, anda juga perlu membidik dengan benar keyword yang benar-benar berharga.

membidik kata kunci yang bernilai tinggi


Alasan mengapa pendapatan yang kita dapatkan kecil adalah, kita tidak memiliki penawaran kepada pengiklan konten yang berharga.

Misalnya, anda membuat artikel tentang kipas, tetapi ternyata tidak ada stock iklan yang relevan dengan konten anda.

Maka dari itu, anda juga perlu melihat nilai sebuah keyword

Anda dapat melihat suatu keyword yang berharga secara gratis melalui:
Walaupun, sebenarnya nilai suatu CPC keyword tidak ada yang benar-benar tahu, namun cara tersebut masih relevan.

Nilai CPC suatu keyword sebenarnya hanya pengiklan yang tahu, karena sistem biding yang ditawarkan kepada klien mereka, jadi seberapa besarkah klien membayar suatu keyword, nah biding terbaik lah yang dapat muncul.

Jadi, jika suatu keyword ternyata dihargai hanya 500 rupiah perklik, walaupun pada nilai CPC tertera 300-3200, tetap saja anda hanya akan mendapatkan 500 perkliknya.

Namun, tidak terlalu jauh jika memang anda menggunakan Adsense sebagai pilihan monetisasi dan adword sebagai pilihan riset keyword yang membayar tinggi.

Membuat Loading Blog Anda Lebh Cepat

83% orang mengharapkan loading website lebih cepat, atau sekitar 0,7 detik mereka bisa mendapatkan konten yang mereka inginkan.

Selain itu, menurut periklanan Google, project AMP yang memangkas waktu loading website dan dapat mengurangi jumlah pengunjung yang kabur dan meningkatkan pendapatan periklanan sebanyak 13%.

Selain itu webpagefx memberikan penjelasan melalui infograpic tentang “mengapa blog/website dengan waktu muat lebih cepat dapat menghasilkan lebih banyak?”

Silahkan simak infografis dibawah ini

Created by WebpageFX

Memilih Iklan Jenis Native Ads

Perkembangan native ads di periklanan online sangatlah baik, jenis native ads yang sesuai dengan tema blog dapat meningkatkan pendapatan 6X lebih besar dibandingkan jenis iklan jadul.

New York Times telah mencoba mengamati bagaimana perkembangan pendapatan mereka setelah memasang native ads di situs mereka.

Tidak hanya 6X lebih menguntungkan disisi CTR, tetapi juga meningkatkan 4X nilai tayang iklan.
Penggunaan native ads yang tepat bisa anda letakan di akhir artikel atau di atas sebelum artikel.

Khusus untuk blog yang sering diakses dengan smartphone, lebih baik meletakan iklan native ads di atas, sebelum atau sesudah judul.

Sebuah diskusi yang dilakukan pada forum ads.id pada topik, native ads MGID. Publisher yang mendapatkan jumlah CTR dan View iklan yang besar ditempatkan sebelum judul.

Karena, membuat iklan tampil lebih banyak, alasan utamanya adalah banyak pengunjung blog yang tidak membaca artikel sampai habis.

Dari pandangan Ahli, seperti COO StackAdapt VitalyPecherskiy mengutarakan jika sebenarnya native ads lebih nyaman untuk pengunjung karena:

Native Ads Lebih Ramah Untuk Pengunjung

Native Ads membuat pengunjung lebih tercerdaskan, karena iklan native ads menarik pengunjung bukan mendorong pengunjung untuk menekan iklan.

Mereka ingin tahu sendiri dengan iklan yang disajikan, bukan karena kita memotivasi mereka dari luar untuk menekan iklan.

Native Ads Tidak Menjual Data Pengguna

Banyak dari periklanan besar yang menjual data pengguna (bukan data personal) untuk menyajikan iklan yang relevan, itu lah mengapa ketika kita sering melihat toko online, iklan yang muncul pada suatu blog adalah toko online.

Karena mereka ingin membuat anda terus bergantung dan kembali lagi, iklan yang sesuai perilaku dihasilkan dari data pengguna yang ditawarkan oleh pengiklan kepada klien, tetapi bukan berarti data personal secara spesifik diberikan.

Hanya sebatas data mayoritas dan kita termasuk pada golongan yang mana, saya tidak ingin membuat kesalahpahaman bahwa periklanan itu menjual data pribadi.

Native ads tidak seperti itu, native ads bekerja hanya menyamakan konten yang sedang anda buka dengan iklan yang ditampilkan.

Seperti misal saya membuka artikel tetang mobil, maka iklan yang muncul adalah iklan tentang mobil pula, jadi iklan native ads bersifat subtitusi agar anda melihat peluang lain selain pada blog tersebut.

menggunakan native ads sebagai pilihan

Jenis Iklan pada Adsense

Ada dua jenis iklan yang dapat anda terapkan yang termasuk pada native ads, yang pertama adalah iklan matched content yang biasanya didapat setelah pengunjung anda di atas 1000 pengunjung/perhari.

Dan in-feed yang anda dapatkan sejak awal mula anda tergabung dengan adsense.

Kedua jenis tersebut, masih bisa dikategorikan native ads, karena sesuai dengan konten yang sedang dibaca.

Namun, saya lebih menyukai iklan in-feed dari pada iklan matched content, karena secara jelas memberitahukan bahwa ada iklan di blog saya, dan itu lebih menghormati pengguna.

Selain itu iklan in-feed lebih mentereng, sehingga dari segi psikologis dapat menarik pembaca anda untuk menekan iklan tersebut.

Komentar

  1. tipsnya sudah dibuktikan sendiri belum mas.. atau masih sebatas asumsi dan teori saja?

    Soalnya percuma saja kalau yang memberi teori tidak bisa membuktikan bahwa teori dan asumsi yang dibuatnya benar-benar bekerja. Kalau ternyata tidak bekerja, ya tidak beda dengan khayalan saja..

    :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terbukti bekerja kok om, terutama in-feed saya merasakan, nanti saya update SS untuk menyertakan di dalam artikel ini om. hahaha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Lengkap Membuat Blog Gratis Untuk Pemula

8 Tips Agar Artikel Blog Kamu Lebih Mudah Dibaca Oleh Pengunjung

Cara Mencari Kata Kunci Unik Dengan Tool Gratis Untuk Blog

Cara Menentukan Judul Blog Yang Bagus dan Menarik Pengunjung