Langsung ke konten utama

12 Cara Terbaik Menulis Artikel SEO Yang Mendatangkan Banyak Pengunjung


menulis artikel yang baik di blog

Artikel Untuk Manusia VS Artikel Untuk Mesin?

Melihat Fenomena sekarang ini, apalagi dunia blog yang semakin menjanjikan, menyajikan artikel yang berkualitas menjadi salah satu kunci suksesnya blog.

Namun, saat kita memasuki dunia blogging akan ada yang menyarankan membuat artikel yang SEO atau yang ramah dengan mesin pencarian.

Saya ingin sedikit membahas sebuah kenyataan yang dihadapi oleh para blogger saat ini, yaitu dilemma menulis artikel.

Karena, banyak yang punya kesalahpahaman pada penulisan artikel blog.

Beberapa blogger berfikir faktor manusia tidak penting untuk dipertimbangkan, hanya menulis sesuai kaidah SEO sudah cukup, padahal jika kita melihat, faktor manusia pula yang menjadi penentu kesuksesan blog.

Apa iya artikel kita akan dibaca mesin terus?

Iya pastinya kita tidak mau kan?

Dan ditambah SEO bagi saya masih menjadi misteri, tidak ada satu blogger pun yang dapat memberikan formula SEO yang benar-benar sesuai dengan Algortima Google saat ini.

Jadi, ketika menulis hanya mementingkan SEO, seakan sedang mengejar yang tidak pasti.

Di sisi lain, artikel yang hanya berdasarkan manusia tidak dapat terkenal dengan mudah, dan tidak familiar di mata mesin pencari, karena mesin pencari tidak mendeteksi secara manusiawi.

Jadi, SEO memang penting,  namun menulis artikel blog berdasarkan faktor manusia menjadi penentu kesuksesan blog pula.

Kita seharusnya menulis berdasarkan manusia dan mesin

Cara Menulis Artikel Berdasarkan Faktor Manusia

#1 Mengatasi Keterbacaan

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuat artikel yang memang bisa dibaca oleh manusia.

Dalam plugin SEO paling terkenal di jagat wordpress yaitu Yoast, mereka membuat batasan kalimat dalam satu paragraf.

Mereka menyadari dengan benar, artikel seharusnya dibuat memang untuk manusia.

Saya terkadang dibuat geleng-geleng kepala, ketika ada blogger yang menulis sepanjang kereta, tanpa ada sub-topik atau waktu stop untuk membaca.

Bukan karena merasa tulisan saya lebih baik, tapi karena saya merasa bingung dan sulit mencerna antara satu paragraf dengan paragraf yang lain.

Akhirnya, membuat saya malas untuk membaca.

Contohnya seperti ini:

perbandingan Artikel A dan B untuk dibaca

Menurut anda artikel mana yang lebih enak dibaca? Arikel A atau Artikel B?

Walaupun, artikelnya bagus dari segi isi, namun ketika dibaca tidak enak sama saja membuang hal yang paling berharga dalam dunia blogging, yaitu pengunjung.

Jadi, pastikan ketika anda membuat artikel itu bisa dibaca pengunjung.

#2 Hindari Kesalahpahaman Pembaca Saat Membuat Artikel

Selanjutnya, menghindari Kesalahpahaman yang mengundang keambiguan isi artikel.

Jadi contoh, anda membuat artikel blog tentang “membuat artikel di blog”

Tetapi, artikel yang anda buat melebar hingga para pembaca berfikir anda menulis artikel tentang “membuat artikel untuk tujuan akademik”.

Jadi, para pembaca anda dibuat bingung dengan artikel anda, apakah anda sedang menyajikan tulisan yang bertujuan “A” atau menyajikan “B”.

Bukannya apa-apa nih, ketika kita membuat artikel dengan tujuan “A” namun, kita malah menyajikan artikel yang bertujuan “B”, kebutuhan mereka tidak terpenuhi.

Anda nanti malah tidak dapat feedback dari mereka, jangankan mendapatkan feedback baru baca sekilas malah sudah mencari artikel lain.

Jadi, Inti tema dari sebuah artikel jangan dibuat membingungkan untuk pembaca.

#3 Buat Artikel Dengan Skema Makalah

Saya dulu sewaktu di kampus, sering kali mendapatkan tugas “take home” berupa menulis makalah.
Ketika saya amati, ternyata membuat makalah membantu saya untuk menyampaikan pesan kepada pembaca lebih baik.

Apakah dapat diterapkan di blog?

Iya, dan sangat bisa diterapkan!

Jadi begini, dalam menulis makalah, saya diajarkan untuk menulis dari pengantar, isi artikel, dan kesimpulan.

Masing-masing element memberikan kekuatan dalam artikel, yaitu:

  • Pengantar berfungsi mengidentifikasi masalah dari artikel
  • Isi artikel menyajikan pembahasan masalah
  • Dan kesimpulan menegaskan hasil dari bahasan.

Jadi, ketika orang membaca artikel, mereka dapat lebih mudah untuk menangkap inti dari artikel.
Dan, cara seperti ini memberikan pola kepada pembaca dan mesin, agar keduanya memahami apa yang kita tulis.

Dan untuk menulis dengan cara seperti itu kita dapat memulainya dengan :
  • Meluaskan di pengantar, seperti menjabarkan fenomena secara umum yang terjadi atau ...
  • Mempersempit di pengantar, seperti memotret kejadian yang terjadi secara spesifik pada suatu peristiwa.
  • Dan, pada bagian isi kita dapat mempersempit dengan mengambil fenomena secara spesifik atau
  • Memperluas bahasan namun tetap dalam tema bahasan.
  • Kesimpulan, tinggal dijadikan rangkuman dalam penulisan.

Skema Penulisan pada blog

#4 Riset Data Untuk Membuktikan Argumen Dalam Penulisan Artikel

Menulis berdasarkan data untuk artikel itu penting.

Yang sering terjadi saat ini adalah artikel blog yang sulit untuk dipercaya karena tidak ada data yang mendukung.

Sebagai pembaca, seberapa sering kita mempertanyakan sebuah kebenaran argumen-argumen yang dituliskan dalam suatu artikel?

Saya tidak ingin mengatakan artikel yang ditulis tidak berbobot.

Tapi, saya ingin memberikan sebuah pandangan, ketika anda membuat artikel disertai dengan data akan memperkuat persepsi pembaca.

Dari mana anda mengatakan hal tersebut dan mengapa argumen dan kalimat itu harus ditulis oleh anda? Jika anda tidak punya data.

Setidaknya, artikel dengan data dapat memberikan kepercayaan lebih kepada para pembaca.

Melihat kembali kepada Yoast sebagai plugin SEO paling terkenal dalam dunia blogging wordpress, plugin tersebut menambahkan indikator outbound link sebagai parameter SEO.

Bukan tanpa alasan, karena suatu artikel butuh refrensi untuk melengkapi kekurangan.

Dan, manusia juga dapat menemukan jawaban yang ingin mereka cari lebih lengkap dan banyak dengan disuguhkan artikel refrensi.

Ingat pula, ketika kita menautkan data, kita perlu data yang nyambung dengan inti artikel, bukan sembarang menautkan.

Sama saja memberikan data yang sia-sia.

#5 Buat Artikel Dengan Kata-Kata Yang Mudah Dimengerti

Pengguna internet tidak semuanya memiliki pendidikan tinggi, kecuali kita memang ingin membuat artikel yang pembacanya adalah orang berpendidikan.

Membuat artikel yang mementingkan faktor manusia juga harus melihat kata-kata yang kita tulis.
Seperti dalam penulisan sastra, memperhatikan diksi artikel juga sangat penting untuk pengalaman para pembaca.

Contoh saja, saya membuat artikel tentang blog untuk pemula, tapi saya membuat artikel yang menggunakan kata-kata yang hanya dipahami SEO expert.

Apakah hal itu akan dimengerti pembaca saya? Sudah pasti mereka pusing.

Dan, bagi saya, kata-kata adalah bumbu penguat rasa artikel yang saya buat.

Ketika saya ingin menyajikan artikel yang sangat bermanfaat, saya ingin artikel yang dibuat terasa enak (dibaca).

Anda memahami artikel saya, karena kata-kata yang disusun enak dibaca dan sampai di fikiran anda.

Evolusi Search Engine Optimization Menuju Search Experience Optimization Dalam Penulisan Artikel Blog


Faktor manusia sebagai pembaca memang sangat penting untuk artikel blog anda.

Saya sedang tidak mengada-ngada untuk mengatakan ini, sebuah artikel dari forbes memberikan penjelasan untuk penulisan artikel blog berdasarkan faktor manusia.

Di dalam artikel tersebut menjelaskan dengan jelas perubahan algorithma Google dan mesin pencari lainnya dari waktu ke waktu yang semakin humanis.

Seperti, keseriusan Google untuk mengeluarkan Algorithma Mobilegeddon yang memberikan peluang lebih besar kepada website dan blog yang ramah untuk pengguna mobile.

Di tambah dengan project AMP (Accelerated Mobile Pages) yang sangat menguntungkan peng-index-an.

Lalu, ada Algorithma Hummingbird yang lebih mengedepankan maksud dari pengguna, misalnya saya mencari artikel “siapa presiden keempat Indonesia” maka Google akan merespon untuk mencarikan artikel yang dapat menjawab pertanyaan saya.

Tidak menampilkan hasil artikel yang memiliki judul “siapa presiden keempat Indonesia”.

Bisa dikatakan, SEO yang biasa kita ketahui sebagai search engine optimization telah berevolusi kepada SXO (search experience optimization).

Silahkan baca lebih lengkap tentang Search Experience Optimization pada sumber forbes disini

Namun, apakah teknik SEO lama sudah ditinggalkan? Tentu saja tidak semua praktik SEO lama ditinggalkan, masih ada teknik SEO yang dapat menunjuang saat kita menulis artikel blog.

Maka, praktek SEO apa yang dapat diterapkan dalam penulisan artikel?

Menulis Artikel SEO

#1 Gunakan Riset Keyword

Masih ada praktek SEO lama yang sampai sekarang tidak bisa ditinggalkan, yaitu riset keyword.

Karena mesin pencari tetap menentukan artikel yang cocok untuk disajikan berdasarkan kata kunci para pengguna.

Yang menjadi berbeda adalah perilaku pengguna mesin pencari pada saat ini, yaitu lebih banyak yang mencari di google dengan pertanyaan.

banyak yang mencari di google dengan pertanyaan

Coba lihat trend google 2017, ada dua trend yang berdasarkan pertanyaan, sedangkan yang lainnya berdasarkan kategori seperti resep, tokoh, peristiwa dan lainnya.

Jadi, sebagai blogger kita juga perlu menyesuaikan kata kunci dengan artikel.

Apa jadinya ketika kita menulis artikel berdasarkan faktor manusia tanpa melihat riset keyword?
Yang ada sepi pengujung.

Beruntung, kalo artikel yang ditulis ternyata memang sangat sering dicari namun minim artikel saingan, pasti akan banyak yang berkunjung.

Jadi, menurut saya meriset keyword bertujuan untuk supply kebutuhan artikel di search engine.
Selain itu membantu mesin pencari untuk menemukan artikel yang tepat untuk pembaca.

Dimana kita meletakan keyword yang tepat?

Pada judul artikel (Dengan proporsional, sesuai Algorithma Hummingbird), beberapa pada headings (poin-per-poin isi artikel), dan isi artikel secara natural

Anda bisa lebih memahami cara riset keyword yang benar untuk pemula di halaman lain dalam blog ini.

#2 Penggunaan Heading Sebagai Poin-Poin Isi Artikel

Kalo di blogger ada namanya, heading, subheading, dan minor heading.

Kalo di wordpress ada namanya headings 1, headings 2, headings 3, headings 4 dan seterusnya.
Maksimalkan fungsi tersebut, untuk memudahkan mesin pencari melihat artikelmu.

Sama seperti robot pada umumnya, sistem crawling yang dilakukan Google bot atau yang biasa disebut “spider-bot” mengidentifikasi suatu hal dengan format.

Semakin jelas format yang kita berikan, semakin bagus pula bot menilai artikelmu, sebagai permulaan pengindexan.

Menggunakan headings juga harus baik, misalnya kamu menulis artikel tentang “cara menjual rumah” setiap step untuk menjual rumah kamu masukan pada heading.

Jadi dibacanya bisa lebih enak, ketika para pengunjung membaca juga paham “oh pada pragraf sekian dengan headings ini sedang memabahas ini”.

pengunaan headings pada blog

Apa enak kita baca artikel seperti itu?

isi dicampur aduk semua, bot juga akan menilai demikian, maksud dari artikel ini seperti apa sih?
Apakah membahas masalah sosial atau membahas pengertiannya aja?

#3 Artikel Padat berisi dan Sesuai Topik

Cara SEO lain yang jadi pertimbangan pada saat ini adalah kesesuaian isi dari artikel dengan judul.
Karena perubahan algorithma Google seperti itu, banyak blogger memfokuskan untuk membuat artikel yang benar-benar menjelaskan satu topik secara mendalam.

49% bloggers mendapatkan hasil yang memuaskan ketika menulis artikel yang mendalam.

persentase kepuasaan blogger terhadap artikel

Mereka puas dengan artikel mereka yang membahas sebuah topik secara dalam, karena ranking yang mereka dapatkan di mesin pencarian sangat bagus dan mendukung kunjungan lalu lintas yang besar.

Ini berkaitan dengan SXO (search experience optimization), pengunjung yang mendapatkan artikel yang lengkap akan mendapatkan kepuasaan, berbeda dengan artikel yang minim nilai.

Saya tanya saja kepada pembaca sekarang.

Apa anda lebih memilih artikel yang lengkap atau hanya membahas dari kulitnya saja?

Saya yakin, anda lebih suka artikel yang memiliki isi yang lengkap.

Jadi, isi yang berkaitan dengan topik juga menjadi SEO yang harus diperhatikan untuk menulis artikel yang SEO.

Rata-rata Blogger di dunia menulis suatu artikel sepanjang 500-1000 kata, jika anda ingin memenangkan secara mendalam biasanya bisa menulis di antara 1500-3000 kata.

Walaupun, banyak jumlah kata belum tentu berbobot.

Dan, pada 2017 blogger yang menuliskan artikel sepanjang 2000 kata ke atas, naik sebanyak 2% dibandingkan tahun 2016, yang artinya anda memiliki lebih banyak saingan.

Dan artikel yang berbobot dengan jumlah kata yang banyak juga memiliki keuntungan 9x dari pada yang lebih pendek.

survei panjang kata dalam artikel

Anda bisa langsung mengunjungi sumber persentase tentangdunia blog disini

#4 Pemanfaatkan Media semaksimal mungkin

Salah satu problem blogger, saat ini adalah tidak berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan media, seperti foto, video, audio, dan gif.

Paling banyak juga hanya foto, namun karena SEO modern saat ini telah berevolusi menjadi SEO yang memang memandang serius pengalaman pengguna, maka pemanfaatan media tambahan sangat dibutuhkan.

Saya melihat blog yang memanfaatkan media secara baik mendapatkan rangking yang tinggi, karena lebih bernilai dan interaktif.

Mereka dengan lengkap menyajikan infografis, foto yang mendukung artikel, dan video yang dapat memuaskan pembaca.

Namun, dalam pandangan bot, media  pendukung artikel dilihat dari tag alt, biasanya digunakan pada gambar, sehingga pada saat crawling, bot mengetahui dengan baik, gambar ini sedang membicarakan tentang apa.

Perlu digarisbawahi juga relevansi sumber media juga menjadi penting, ya sama aja bohong kalo kita memposting artikel di blog, tapi ternyata media yang disajikan dalam blog tidak berkaitan dengan blog.

#5 Membangun Link Keluar dan Di Dalam Artikel

Ya, sebagai blogger kita harus paham juga tentang inbound link dan outbound link, yang termasuk pada ranah SEO On Page.

Saya buat permisalan saja, kita membaca sebuah artikel tentang “cara memperbaiki hape android yang bootlop” nah, disitu kita memberikan link-link tambahan misal, link download software yang membantu perbaikan.

Dan dari situ pula spider-bot mengikuti link kamu, apakah benar link download yang kamu kasih kepada pembaca memang benar untuk mendownload software yang membantu perbaikan.

Maka dari itu, anda perlu memasukan link keluar dan di dalam artikel untuk membangun kepercayaan, tidak hanya dari pengguna namun juga dari mesin pencari.

Saya sering menemukan link-link tidak berkualitas pada satu artikel dan terjadi link tersebut tidak nyambung dengan pembahasan.

Link yang tidak sesuai dengan bahasan oleh mesin pencari diidentifikasi sebagai masalah serius, karena mereka juga (Google) ingin menempatkan artikel dengan refrensi yang lengkap, sehingga ketika dimasukan pada rangking tidak mengecewakan pengguna.

Jangan berutal untuk memasukan link pada suatu artikel, bisa-bisa dianggap spam oleh Google.

Lalu, tentang link yang ditautkan kepada halaman lain pada satu blog.

Ada suatu kasus, seorang blogger yang mendapatkan kunjungan lalu lintas besar dengan hanya memiliki 6 artikel pada blognya.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Karena blogger tersebut membangun link internal dan external dengan baik.

Dalam tulisannya, dijabarkan bagaimana membangun link internal dan external.

Yaitu dengan membuat 2 artikel utama lengkap dengan panjang kata dalam satu artikel sebanyak 2500 kata, di tambah media foto yang lengkap pula.

Lalu, masing-masing artikel utama dibantu oleh dua artikel pendukung, jadi total hanya 6 artikel.

Jika melihat dari struktur yang diberikan, spider-bot akan melakukan crawling secara berulang ke artikel utama, sehingga artikel utama menjadi lebih dipertimbangkan.

skema penggunaan inbound link pada artikel

Dengan kekuatan artikel yang lengkap, sudah barang tentu artikel itu lebih diperioritaskan oleh mesin pencari untuk menduduki posisi atas.

#6 Share ke Media Sosial Sebagai Indokator Popularitas Baru

Ternyata, artikel dengan share yang banyak akan menduduki posisi atas, mengapa demikian?

Karena ternyata saat ini, share ke sosial media menjadi prioritas, coba dilihat pada gambar di bawah ini.

pembagian ke sosial media jadi parameter

Posisi satu dan dua memiliki jumlah share yang sangat banyak.

Jadi istilahnya begini, anda itu adalah seorang pekerja di bidang design, lalu ternyata di ujung dunia sana ada yang mencari designer.

Karena banyak yang membicarakan anda, dari mulut ke mulut atau media lainnya, anda ditemukan dan lebih diutamakan.

Seperti, cara kerja rekomendasi.

Semakin banyak yang merekomendasikan anda, semakin terkenal pula anda.

Dan hal itu terjadi dalam dunia blogging dan penulisan blog.

Artikel blog anda perlu terkenal dan direkomendasikan oleh orang lain, sehingga mesin pencari melihat bahwa memang artikel anda adalah artikel yang tepat untuk disajikan kepada pengguna.

#7 Menuliskan Meta Deskripsi Dengan Benar

Meta deskripsi dalam blogging itu diperlukan, mengapa platform blogging terkenal menyediakan hal tersebut?

Agar SEO yang dibangun juga kuat.

Masalahnya, memberikan deskripsi artikel susah-susah gampang, seperti contohnya

exact keyword pada deskripsi artikel

Lihat dari hasil penelusuran dengan kata kunci “menjadi orang baik”.

Tidak ada yang mnuliskan exact keyword pada deskripsi.

Jadi, saya berfikir juga kalo exact keyword pada deskripsi hanyalah sebuah mitos untuk meningkatkan SEO sebuah artikel.

Mungkin saja pernah berhasil pada SEO zaman dulu, namun pada era SEO yang sudah berevolusi ke ranah yang lebih manusiawi tidak bisa dipraktekan.

Deskripsi yang tidak mencantumkan exact keyword lebih memenuhi kebutuhan pengguna.

Maka dari itu, perlu pintar-pintar dalam memilih deskripsi artikel.

Lanjut ke Materi Mesin Pencarian? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Mesin Pencarian

Jika anda masih ingin mencari tentang blogging, mungkin anda tertarik dengan artikel dari saya:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menentukan Judul Blog Yang Bagus dan Menarik Pengunjung

Panduan Lengkap Membuat Blog Gratis Untuk Pemula

8 Tips Agar Artikel Blog Kamu Lebih Mudah Dibaca Oleh Pengunjung

Panduan Memilih Niche Blog Terbaik Untuk Pemula

Cara Mencari Kata Kunci Unik Dengan Tool Gratis Untuk Blog